gototopgototop
Loading
Metode

Metode

TATA CARA PENULISAN NAMA BANGSA/ETNIS TERTENTU

 

BAGIAN KEDUA: PENYEBUTAN KARYA DALAM DAFTAR PUSTAKA

 

Semua karya yang disebutkan dalam tulisan utama haruslah sesuai dengan daftar pustaka. Kredibilitas kita sebagai peneliti akan terlihat di sini. Perhatikan dengan sangat cermat ejaan nama serta kata-kata asing, termasuk tanda aksen, bila ada. Juga tulislah dengan cermat judul karya, tahun, nomer volume, dan nomer halaman.

Urutan penulisan semua karya yang kita gunakan adalah menurut abjad. Ini akan memudahkan pembaca yang pada waktu membaca teks, ingin mencari judul sumbernya, dengan cepat dapat dicari pada daftar pustaka. Komputer sekarang telah memudahkan kita mengurutkan referensi secara abjad. Namun kita harus tetap cermat memperhatikan kesemuanya.

Gaya penulisan American Psychological Association (APA) merupakan salah satu dari beberapa standar penulisan karya ilmiah psikologi, dan gaya penulisan ini telah digunakan di berbagai Fakultas Psikologi di Indonesia.

Panduan ini ditulis terutama oleh karena masih banyak terlihat kelemahan mahasiswa menuliskan referensi dan daftar pustaka dalam skripsi mereka, dengan mengikuti gaya APA.  Sumber panduan ini adalah Publication Manual of the American Psychological Association (APA, 2003), edisi kelima, dengan mengganti beberapa contoh agar lebih relevan dengan situasi di Indonesia. Sebagai referensi pembanding, beberapa bagian tulisan ini juga merujuk pada gaya British Psychological Society.

Tidak semua bagian Publication Manual ini diambil, tetapi bagian-bagian relevan saja, terutama yang menurut pengamatan saya akan sering dipakai oleh mahasiswa. Yang menjadi perhatian khusus saya adalah bahwa pada masa sekarang sumber referensi pengetahuan tidak lagi terbatas pada buku dan jurnal saja, tetapi juga media audio-visual dan media internet. Masih banyak di antara kita –mahasiswa maupun dosen—yang belum memahami penulisan referensi gaya APA untuk referensi semacam itu, sehingga mudah-mudahan panduan ini bermanfaat.

Dalam perkembangan psikologi sebagai ilmu, dalam masa yang sangat panjang, bahkan sampai hari ini, psikologi berusaha agar dapat dipandang sebagai pendekatan yang ilmiah. Dalam atmosfer positivistik, salah satu usaha untuk menjadi lebih ilmiah adalah dengan melakukan pengukuran. Artinya, kualitas-kualitas psikologis manusia dicoba untuk diberikan atribut berupa angka, untuk kemudian diolah secara matematis / statistik.

Namun tidak semua kondisi dalam pengukuran psikologi ideal untuk diterapkan pada semua teknik statistik, seperti:

Norma adalah penyebaran skor-skor dari suatu kelompok yang digunakan sebagai patokan untuk memberi makna pada skor-skor individu. Terdapat dua jenis norma, yaitu:
    1. norma perkembangan; digunakan untuk menginterpretasikan skor-skor pada tes-tes perkembangan. Norma perkembangan dibagi menjadi mental age, basal age, nilai rata-rata yang diperoleh kelompok umur tertentu, skala ordinal, criterion referenced testing, expectancy tables.
    2. norma kelompok (within-group norms); digunakan untuk mengetahui posisi subjek dalam distribusi sample normative. Sample normative adalah skor subjek dibandingkan dengan skor kelompok. Saat peneliti hendak menggambarkan posisi individu dengan cara membandingkan antar kemampuan dan kelompok, raw score harus ditransformasikan ke dalam skala yang sama. Macam-macam skala:
          • percentile rank
          • standard score, yang dibagi menjadi: z-score, t-scale, c-scale, stanine, deviation IQ

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Mulai
Sebelumnya
1

Donasi

Kalau Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan dukung keberlanjutannya dengan menyumbang sejumlah uang melalui tombol PayPal berikut ini [juga untuk Visa dan Master Card].

Kutipan Hari Ini