gototopgototop
Loading
Fungsi Dasar Persepsi

Persepsi

Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan. Persepsi harus dibedakan dengan sensasi [sensation]. Yang terakhir ini merupakan fungsi fisiologis, dan lebih banyak tergantung pada kematangan dan berfungsinya organ-organ sensoris. Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera.

Jadi dapat dikatakan bahwa sensasi adalah proses manusia dalam dalam menerima informasi sensoris [energi fisik dari lingkungan] melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal “neural” yang bermakna. Misalnya, ketika seseorang melihat (menggunakan indera visual, yaitu mata) sebuah benda berwarna merah, maka ada gelombang cahaya dari benda itu yang ditangkap oleh organ mata, lalu diproses dan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai “warna merah”.

Berbeda dengan sensasi, persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Benda berwarna merah akan memberikan sensasi warna merah, tapi orang tertentu akan merasa bersemangat ketika melihat warna merah itu, misalnya.

Contoh klasik dari fungsi persepsi ini tampak pada gambar berikut ini. Coba perhatikan baik-baik, gambar siapa yang Anda lihat?

 

woman1   

Sekarang, coba lihat gambar berikutnya: Klik di sini
 

 


woman2

 

 


Baca Penjelasan

 
Dalam contoh gambar pertama, mungkin Anda akan melihat gambar seorang gadis yang sedang memandang ke arah kanan. Pada gambar kedua, mungkin seseorang masih akan melihat seorang gadis seperti pada gambar yang pertama, tapi sebagian orang yang lain akan melihat seorang nenek. Nenek atau gadis yang Anda lihat? Apakah Anda juga bisa melihat yang sebaliknya [dari gadis ke nenek, dan dari nenek ke gadis]? Apakah Anda bisa melihat keduanya pada saat yang bersamaan?
 

 

Contoh klasik ini menggambarkan the power of perception. Gambar ini adalah sebuah stimulus sederhana yang hanya menyangkut satu sensasi yaitu visual, dan cukup untuk menghasilkan persepsi yang berbeda. Bayangkan dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak pengalaman perseptual yang sangat mungkin menimbulkan persepsi yang berbeda.


Lihat selanjutnya [sebaiknya dilihat berurutan]:

Comments  

 
0 #12 Ivan. s 2012-01-03 05:31
:-) Presepsi belum memenuhi sesuatu yang empirik... krn beberapa orang yang tidak dapat memberikan presepsi...spt orang yang mengalami gangguan panca indra...
Quote
 
 
0 #11 Ivan.s 2011-12-21 07:04
:-) ;-) apa presepsi lebih keorang yang cebderung menggunakan otak kanan ?
Quote
 
 
0 #10 sari 2011-06-10 23:33
bisa bantu saya menemukan metode atau cara pengukuran persepsi . .. .
Quote
 
 
+1 #9 aii 2011-03-29 05:40
NICE THIS BLOG....:)

BISA TOLONG BANTU SAYA UNTUK BISA DAPATKAN REFERENSI BUKU MNGENAI PERSEPSI..??

BISA CONTAK YM SAYA:
thanks.. :-)
Quote
 
 
0 #8 yudid 2011-03-12 18:22
Persepsi adalah sesuatu yang dapat dimanipulasi. Hal ini lah yang menyebabkan manusia diturunkan kebumi. Untuk di uji pakah pesepsinya dapat dimanipulasi seperti "eva"
Quote
 
 
+1 #7 dwi aris rahmansyah 2010-11-16 23:29
pengembangannya keren salut dengan penulisnyaa :lol: :lol:
Quote
 
 
+2 #6 rere 2010-10-01 18:39
needs help persepsi more...
dihubungakan dengan warna, bentuk sehingga membentuk persepsi thdp rasa
ok tq
this good artikel :-) :-)
Quote
 
 
0 #5 khoirul muslimin 2010-03-06 00:07
tolong dnk buwatkan aku solosinya. aku tu da sering bljr. tpi anehnya klau udah di test ma orang lain itu kebanyakn lupa. padajal aku da bljr semaksimal mungkin untk bljr :-x adu cpex
Quote
 
 
+3 #4 mira 2010-01-31 01:22
Q punya kasus ni,
dina sangat tertarik dengan dosennya. ia menganggap dosennya ganteng dan cerdas namun sita temannya menghasut dina bahwa dosen itu playboy. seketika itu juga rasa kagum dina pudar dan ia tidak tertarik lagi. kesan pertama yang menggoda menjadi hilang. wah ternyata dibelakang itu sita juga menarik simpati pada dosen itu makanya ia melakukan reaksi formasi.

jadi sebenarnya bagaimana hubungan kasus diatas dengan teori persepsi. mohon dijawab ya....
thanks :-)
Quote
 
 
+1 #3 kharisma tarigan 2009-11-16 21:34
tolong dong buad jenis2persepsi beserta contohnya dilengkapi gambar..
thx y..
ne da bgus bgt!!! :D
Quote
 

Share Artikel Ini

Donasi

Kalau Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan dukung keberlanjutannya dengan menyumbang sejumlah uang melalui tombol PayPal berikut ini [juga untuk Visa dan Master Card].

Kutipan Hari Ini