gototopgototop
Loading
Fungsi Dasar Persepsi Prinsip Persepsi

Sebagian besar dari prinsip-prinsip persepsi merupakan prinsip pengorganisasian berdasarkan teori Gestalt. Teori Gestalt percaya bahwa persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan keseluruhan [the whole]. Teori Gestalt menjabarkan beberapa prinsip yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang menata sensasi menjadi suatu bentuk persepsi.

Gambar berikut menunjukkan bahwa persepsi manusia bukanlah hasil penjumlahan unsur-unsurnya [segitiga terbalik ditambah bujursangkar biru yang terpotong], tetapi seseorang dapat melihat ada segitiga putih di tengah walau tanpa garis yang membentuk segitiga tersebut.

 

Segi tiga putih

 


Prinsip persepsi yang utama adalah prinsip figure and ground. Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia, secara sengaja maupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang menjadi fokus atau bentuk utama [=figure] dan mana yang menjadi latar [=ground].

Contoh gambar gadis dan nenek, menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadikan bentuk gadis sebagai figure, dan detil yang lain sebagai ground, atau sebaliknya.

 


Beberapa contoh visual lain dapat dilihat berikut ini.

Wajah perempuan atau pemain terompet?

Liar? 
 

Berhias?


Dalam kehidupan sehari-hari, secara sengaja atau tidak, kita akan lebih memperhatikan stimulus tertentu dibandingkan yang lainnya. Artinya, kita menjadikan suatu informasi menjadi figure, dan informasi lainnya menjadi ground. Salah satu fenomena dalam psikologi yang menggambarkan prinsip ini adalah, orang cenderung mendengar apa yang dia ingin dengar, dan melihat apa yang ingin dia lihat.

 

Comments  

 
0 #24 Ivan.s 2011-12-21 06:42
:-) Apa yang akan dirasakan sesorang yang mengalami trauma........... saat menggunakan sensasi dan presepsi ?
Quote
 
 
+1 #23 liee 2011-07-11 21:44
wahhh.. bikin tambah kepengen aja nee gabung ke dunia psikologi... :-) :-) :lol:
Quote
 
 
-1 #22 yudid 2011-03-12 09:12
Quoting acep mulyadi:
aku bingung dengan jiwaku aku harus di bawa keumana

Jiwa itu "urusan tuhan" mang acep. Ilmu psikologi modern mengabaikan pengaruh tuhan terhadap psikologi manusia (i.e. dalam basis filosofinya).
Quote
 
 
+2 #21 acep mulyadi 2011-02-18 02:46
aku bingung dengan jiwaku aku harus di bawa keumana y..................... :zzz
Quote
 
 
+1 #20 acep mulyadi 2011-02-18 02:44
;-) ;-) ;-) ;-) ;-) ;-) ;-) ;-) ;-)
Quote
 
 
0 #19 santiago 2010-11-24 00:07
bikin nilai makin ok aj.. :lol:
Quote
 
 
+1 #18 ulilinyun 2010-09-10 07:46
wahahaaa,, saya maba,, sangat terbantu sekali dengan ini :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :-) lanjutkan! :-) :-) :-) :-)
Quote
 
 
0 #17 Airin 2010-07-28 00:24
mkacieh ats info''a . . .
;-) ;-) ;-) ;-)
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
Quote
 
 
0 #16 Airin 2010-07-27 23:45
mkacieh dah mw ngasih info nie .. . . :-)
;-) ;-) ;-) ;-) ;-) ;-) :-|
Quote
 
 
0 #15 cipy 2010-03-17 00:36
thank'5 bgd,,
gw da tugas psikologi kognitif , tentang persepsi, jadi se engaknya ne bisa jadi tambahan referens gw
Quote
 

Donasi

Kalau Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan dukung keberlanjutannya dengan menyumbang sejumlah uang melalui tombol PayPal berikut ini [juga untuk Visa dan Master Card].

Kutipan Hari Ini